Jangan Lakukan ini pada Waktu Tahalul!
Para Wanita Jangan Bertahalul di Marwah!
Umumnya para wanita ini, begitu selesai menyelesaikan sa'i, langsung segera bertahalul di pintu keluar Marwah. Mereka langsung membuka sedikit hijabnya, dan meminta temannya (yang sudah bertahalul) untuk menggunting sedikit rambutnya. Padahal ini tidak sesuai dengan contoh Rasulullah SAW.
Alasan:
- Pertama, membuat jalur pintu Marwah menjadi tidak steril dan berkumpul banyak orang.
- Kedua, dengan membuka sedikit hijabnya maka ada kemungkinan auratnya tetap terlihat orang lain yang bukan muhrimnya.
- Ketiga, untuk memotong rambut wanita pada waktu bertahalul seharusnya dengan cara menggabungkan semua rambutnya terlebih dahulu, lalu diikat/dijalin. Kemudian ujungnya dipotong sepanjang satu ruas jari. Bukan hanya mengambil sebagian rambut saja, kemudian dipotong. Hal ini tidak mungkin dilakukan dengan hanya membuka sebagian hijabnya.
Sebaiknya para wanita tersebut segera kembali ke kamar hotelnya, kemudian bertahalul dengan cara membuka hijabnya (pastikan tidak ada non muhrim yang melihatnya), kemudian mengumpulkan rambutnya dengan mengikatnya dan meminta oarng lain (yang sudah tidak berihram) untuk memotong rambutnya sepanjang 1 ruas jari pada ujungnya.
Para Pria, Segera ke Barbershop/Tukang Cukur!
Bagi para pria, jangan langsung menepi kemudian meminta temannya (yang sudah bertahalul) untuk memotong sedikit rambutnya untuk bertahalul. Bukan seperti itu!
Alasan:
- Pertama, membuat sekitar Pintu keluar Marwah menjadi tidak steril lagi karena berkumpul banyak orang.
- Kedua, jika ingin bertahalul dengan memotong sebagian, maka seharusnya sebagian untuk semua rambut. Bukan hanya mengambil sedikit rambut lalu dipotong. Akan lebih baik lagi, jika digundul/dipotong semua rambut sehingga habis.
Sebaiknya para pria segera ke barber shop/tukang cukur terdekat. Kemudian, meminta untuk digunduli atau potong setengah/satu centi semua rambut (jika hanya ingin dipotong sebagian).
Dalil-dalilnya
1. Disebutkan di dalam hadis bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda mendoakan bagi orang yang tahallul,
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِينَ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَالْمُقَصِّرِينَ ؟ قَالَ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِينَ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَالْمُقَصِّرِينَ ؟ قَالَ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِينَ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَالْمُقَصِّرِينَ ؟ قَالَ : وَالْمُقَصِّرِينَ
“Ya Allah, ampunilah mereka yang potong gundul.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau cuma sekedar potong pendek?” Beliau masih bersabda, “Ya Allah, ampunilah mereka yang potong gundul.” Para sahabat balik bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau cuma potong pendek?” Beliau masih bersabda, “Ya Allah, ampunilah mereka yang potong gundul.” Para sahabat kembali bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana cuma sekedar potong pendek?” Baru beliau menjawab, “Dan juga bagi yang memendekkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- Nabi ﷺ mengulang doa tiga kali untuk orang yang mencukur habis rambutnya.
- Dan hanya sekali untuk yang memotong pendek.
- Ini menunjukkan bahwa ḥalq (cukur habis) lebih utama dan lebih besar pahalanya daripada taqṣīr (potong pendek).
