3 Cara Pelaksanaan Haji

3 Cara Pelaksanaan Haji

Tidak seperti umroh, ternyata ibadah haji memiliki variasi dalam pelaksanaannya. Untuk umroh, pelaksanaan diawali dengan niat di tempat miqat, ber-ihram, tawaf, sa'i dan diakhiri dengan tahalul (menggunting sebagian atau rambut). Sedangkan haji ada tiga cara pelaksanaannya, yaitu Ifrad, Tamattu' dan Qiran.

Haji Ifrad

Ini merupakan haji yang paling simpel. Kegiatan diawali dengan niat berihram di tepat miqat, kemudian jamaah langsung berkonsentrasi untuk melaksanakan ritual haji. Dalam pelaksanaannya, jamaah haji Ifrad melakukan:

  • Niat haji di tempat miqat
  • Langsung ke Mekkah, sambil menunggu jadwal pelksanaan haji. Selama proses menunggu ini, jamaah haji harus selalu dalam keadaan ihram. Pada tanggal 08 Dzulhijjah, bersamaan dengan jamaah lainnya, jamaah haji Ifrad dikumpulkan di padang Arafah untuk melakukan ritual haji.
  • Jamaah Haji Ifrad ini tidak perlu membayar dam seekor kambing, karena tidak melepas ihramnya sebelum pelksanaan haji
  • Biasanya dilakukan oleh jamaah haji yang tiba di Mekkah hanya beberpa hari sebelum tanggal 08 Dzulhijjah.

Haji Tamattu'

Ini adalah bentuk pelaksanaan haji yang dimulai dengan melakukan umroh terlebih dahulu. Dalam pelaksanaanya jamaah haji bisa ke Madinah dulu (atau langsung ke Mekkah), kemudian langsung melakukan umroh dan bertahallul. Mereka kemudian menunggu pelaksanaan haji tanggal 08 Dzulhijjah dimana pada tanggal tersebut dikumpulkan bersama jamaah haji lainnya dan diberangkatkan ke Arafah untuk prosesi haji. Adapun di haji Tamattu' ini pelaksanaan miqatnya tetap di Makkah.

Konsekuensinya, jamaah haji Tamattu' harus membayar dam dengan menyembelih kambing.

Haji Qiran

Di Haji Qiran ini jamaah haji menggabungkan umroh dan haji dalam satu kali ihram. Jamaah harus berniat haji dan umroh di tempat miqat, berihram dan kemudian menuju Makkah untuk melakukan tawaf qudum, sholat dua rakaat di belakang maqom Ibrahim, dan sa'i tanpa tahallul. Sambil menunggu pelksanaan haji, maka haji Qiran tidak boleh melanggar hal-hal yang membatalkan ihramnya hingga pada tanggal 08 Dzulhijjah diberangkatkan ke Padang Arafah untuk pelaksanaan hajinya.

Metode pelaksanaan haji ini tetap membutuhkan pembayaran dam berupa seekor kambing.

Mana yang paling utama?

Jamaah Indonesia umumnya melaksanakan Haji Tamattu' dimana mereka melepaskan pakaian ihramnya setelah umroh pertama.Pada tanggal 08 Dzulhijjah harus melakukan niat haji dan miqat di Makkah sebelum diberangkatkan ke Padang Arafah. Apakah ini yang terbaik?

Rasulullah SAW sendiri melaksanakan hajinya dalam bentuk Haji Qiran. Beliau melakukan miqat di Bir Ali sambil membawa hewan kurban (hadyu) ke Mekkah. Beliaupun tidak bertahallul setelah umrah hingga seluruh rangkaian haji selesai pada 10 Dzulhijjah. Akan tetapi beliau berwasiat kepada para sahabatnya yang tidak membawa hewan kurban untuk mengubah niat mereka menjadi Haji Tamattu' (umrah dahulu baru haji).

Demikianlah 3 jenis pelaksanaan haji yang bisa kita lakukan. Pastikan Anda memahaminya sehingga mengetahui prosesnya secara detail. 

Posting Komentar